Halaman Depan   Laporan Utama   Tajuk 68H   Profil 68H   Agenda 68H

Thursday, January 20, 2005

Sungai : Pengendali Banjir, Sekaligus Sarana Transportasi

(KBR 68h - 20 Januari 2005) Sungai-sungai di Jakarta seharusnya difungsikan sebagai alat pengendali banjir dan sarana transportasi secara sekaligus. Pakar hidrologi dari Universitas Gajah Mada Agus Maryono menjelaskan, 13 sungai yang melintas di Jakarta seharusnya menjadi solusi kemacetan yang selama ini terjadi di ibukota. Menurut Maryono, jika sungai digunakan sebagai sarana transportasi, otomatis kebersihannya terus dijaga oleh masyarakat selaku penggunanya.

"Transportasi air dihidupkan kembali, kemacetan berkurang, air bisa lancar. Masalahnya kan penyempitan sungai karena desakan penduduk," tutur Maryono. Kalau digunakan sebagai transportasi sungai, menurut dia, tidak ada yang berani menyempitkan sungai karena setiap hari ada yang lewat. Hal lainnya adalah pembentukan polisi sungai, yang bisa mencegah merapatnya kembali orang ke pinggir sungai.

Dengan begitu, menurut Maryono, maka sungai bisa menjalankan dua fungsi yaitu sebagai sarana transportasi dan alat pengendali banjir. Maryono juga mengusulkan pelebaran di beberapa ruas sungai yang menuju ke Jakarta. Dengan begitu, jika terjadi hujan deras, aliran sungai tidak langsung menderas ke Jakarta, tapi tertahan di sejumlah ruas yang dilebarkan tadi. Konsep seperti ini juga akan memperpanjang keberadaan air di musim kemarau. Menurut Maryono, konsep ini mulai dijalankan di Jerman, karena di sana juga sudah tidak mungkin lagi mengembalikan fungsi sungai seperti semula.